Ketika ku ingin ungkapkan asaku.
Keluh kesahku, semua isi hatiku.
Melalui jejaring sosial ku mengenalmu.
Menyembunyikan isi hati dalam sajak luka hati.
Kehilangan seseorang yang kau jadikan tumpuan hati.
Berharap senja kan datang dengan sejuta keindahannya melingkupi hati.
Yaaa.. Sebatas itu ku mengenalmu... hingga kini.
Selain itu semua.. Sebuah bio bekata..
Kau adalah rangkaian ketiadaan..
Terlahir dari rahim kesunyian..
Dibesarkan oleh kehampaan..
Kelak mati pun akan menimang ketiadaan..
Duhai kawan..
Kau menyimpan sejuta asa, rasa, kenangan, sakit yang tak dapat kau ungkapkan.
Kau pendam semua itu dibalik senyuman.
Hingga besok..
Kau kan melalui sebuah rintangan.
Menyeberangi lautan, diantara hidup dan matimu.
Pada mu ku titipkan asaku
Suatu saat nanti kan ku ambil kembali padamu.
Oleh karena itu..
Kau harus kuat kawan.
Allah tidak akan memberikan apa yang kau inginkan.
Selama kau tidak berusaha mewujudkan..!!
Kau ingat itu bukan..??
Ijinkan ku bertanya padamu..
Bukankah kau masih punya mimpi indah?
Bukankah kau masih ingin pergi ke negeri sakura?
Bukankah kau masih ingin tertawa lepas bersama kita semua?
Bukankah kau masih ingin
~ merajut rindu bersama sang perajutrindu, bercanda bersama awankusut
~ menikmati secangkir p_kopihitam sambil kau tuliskan rangkaian senjakata yang telah lama kau pendam.
Pertanyaan tersebut memang terkesan ringan.
Namun.. di dalam itu semua terkandung semua harapan.
Harapan dari semua teman-teman.
Aku...
Tak sanggup lagi berkata kawan.
Terlalu banyak pertanyaan yang tak dapat ku sampaikan sekarang.
Ku tunggu kamu di ujung jalan.
Ku harap kau kan datang.
Menanyakan [kembali] padaku apa yang belum sempat ku katanyakan.
Gerbang mimpi sudah mulai menganga.
Tinggal satu anak tangga lagi di depan sana.
Sekali lagi...
Gapailah semua mimpimu yang selama ini kau impikan..!!
Wujudkanlah.. Hingga menjadi sebuah kenyataan..!!
Dan aku..
Tak ada yang dapat kuberikan padamu.
Hanya sebuah rangkaian kata-kata yang mungkin tiada arti bagimu.
Sebuah doa dalam sujud.. ku lantunkan untukmu.
Semoga Allah..
Membuka lebar jalan untukmu.
Mencurahkan semua Rahmat dan Ridho~Nya padamu.
Semoga esok ku dapat melihat binarsenja
Kilau Djingga... Pesona Djingga..
Yaaa... Ku kan selalu merindukannya...
Keluh kesahku, semua isi hatiku.
Melalui jejaring sosial ku mengenalmu.
Menyembunyikan isi hati dalam sajak luka hati.
Kehilangan seseorang yang kau jadikan tumpuan hati.
Berharap senja kan datang dengan sejuta keindahannya melingkupi hati.
Yaaa.. Sebatas itu ku mengenalmu... hingga kini.
Selain itu semua.. Sebuah bio bekata..
Kau adalah rangkaian ketiadaan..
Terlahir dari rahim kesunyian..
Dibesarkan oleh kehampaan..
Kelak mati pun akan menimang ketiadaan..
Duhai kawan..
Kau menyimpan sejuta asa, rasa, kenangan, sakit yang tak dapat kau ungkapkan.
Kau pendam semua itu dibalik senyuman.
Hingga besok..
Kau kan melalui sebuah rintangan.
Menyeberangi lautan, diantara hidup dan matimu.
Pada mu ku titipkan asaku
Suatu saat nanti kan ku ambil kembali padamu.
Oleh karena itu..
Kau harus kuat kawan.
Allah tidak akan memberikan apa yang kau inginkan.
Selama kau tidak berusaha mewujudkan..!!
Kau ingat itu bukan..??
Ijinkan ku bertanya padamu..
Bukankah kau masih punya mimpi indah?
Bukankah kau masih ingin pergi ke negeri sakura?
Bukankah kau masih ingin tertawa lepas bersama kita semua?
Bukankah kau masih ingin
~ merajut rindu bersama sang perajutrindu, bercanda bersama awankusut
~ menikmati secangkir p_kopihitam sambil kau tuliskan rangkaian senjakata yang telah lama kau pendam.
Pertanyaan tersebut memang terkesan ringan.
Namun.. di dalam itu semua terkandung semua harapan.
Harapan dari semua teman-teman.
Aku...
Tak sanggup lagi berkata kawan.
Terlalu banyak pertanyaan yang tak dapat ku sampaikan sekarang.
Ku tunggu kamu di ujung jalan.
Ku harap kau kan datang.
Menanyakan [kembali] padaku apa yang belum sempat ku katanyakan.
Gerbang mimpi sudah mulai menganga.
Tinggal satu anak tangga lagi di depan sana.
Sekali lagi...
Gapailah semua mimpimu yang selama ini kau impikan..!!
Wujudkanlah.. Hingga menjadi sebuah kenyataan..!!
Dan aku..
Tak ada yang dapat kuberikan padamu.
Hanya sebuah rangkaian kata-kata yang mungkin tiada arti bagimu.
Sebuah doa dalam sujud.. ku lantunkan untukmu.
Semoga Allah..
Membuka lebar jalan untukmu.
Mencurahkan semua Rahmat dan Ridho~Nya padamu.
Semoga esok ku dapat melihat binarsenja
Kilau Djingga... Pesona Djingga..
Yaaa... Ku kan selalu merindukannya...
Kembali tertawa bersamanya...
No comments:
Post a Comment